Aplikasi jalan kaki biasa memberi statistik. Game jalan kaki seperti Pokémon GO memberi koleksi. Tapi belum banyak yang mengubah jalan harianmu jadi tanah harianmu. MapRaiders melakukan itu: setiap langkah membentuk wilayah, setiap putaran menjaganya. Kardio yang punya konsekuensi, dan keluarga bisa ikut sama-sama.
Beritahu saya saat peluncuranStrava, Nike Run Club, Adidas Running mengukur waktu, jarak, kecepatan. Untuk banyak orang di Indonesia, ada beberapa hal yang masih kurang:
Setiap rute menjaga tanah. Yang berhenti tiga hari mulai melihat decay bekerja, jadi ada alasan kecil untuk kembali.
Nilai Decay menampilkan: “kalau tidak jalan hari ini, lingkunganmu menyusut sekian persen”. Bukan menyalahkan, hanya menunjukkan keadaan.
Push notifikasi memberi tahu kalau wilayah klan diserang. Kamu tidak lari sendirian, kamu lari bersama tim.
Echo audio dari pemain lain muncul saat kamu lewat. Cerita-cerita kecil tentang jalanan, bukan iklan dan bukan influencer.
MapRaiders tidak bersaing dengan Strava di metrik performa. Kamu bisa jalankan keduanya bersamaan, mereka memakai sensor GPS yang sama tanpa konflik. Yang tidak ada di Strava: wilayah dan pertahanan sosial. Yang tidak ada di MapRaiders: analisis pace splits dan zona detak jantung yang rinci.
Kombinasi yang enak: Strava untuk analisis teknis, MapRaiders untuk motivasi harian dan wilayah. Jalankan dua-duanya, dan tidak ada yang saling ganggu.
Indonesia punya populasi 60+ yang tumbuh cepat. Jalan kaki sering jadi aktivitas yang direkomendasikan dokter, tapi motivasi sering jadi titik lemahnya. MapRaiders membantu di sini tanpa AR yang bikin pusing dan tanpa kompetisi yang membuat orang menjauh:
Catatan: penguji adalah peserta beta tertutup di Jerman. Atas permintaan mereka kami hanya memakai nama depan dan inisial, demi privasi. Ulasan diterjemahkan dari bahasa Jerman asli ke Bahasa Indonesia.
Topik terkait MapRaiders:
Segera di Google Play • Gratis • Tanpa spam